Kerajaan Koto Alang

Pada saat Kerajaan Kandis mengalami puncak kejayaannya di jaman pemerintahan Dt. Rajo Tunggal sekitar abad ke 4 Masehi, terjadi perebutan kekuasaan oleh bawahan Raja yang ingin berkuasa sehingga terjadi fitnah dan hasutan diseluruh negeri.

Orang-orang yang merasa mampu dan berpengaruh berangsur-angsur pindah dari Bukit Bakar dan ke tempat lain di antaranya ke Bukit Selasih  dan akhirnya berdirilah kerajaan Kancil Putih di Bukit Selasih tersebut.

Sumber Photo: Aglolink

Saat air semakin surut, banyak daerah yang timbul dari permukaan laut Kuantan. Hal ini semakin menambah besar penyebaran penduduk Kerajaan Kandis ke daerah daerah baru tersebut, dan pada akhirnya banyak pula berdiri kerajaan kerajaan baru.

Diantaranya yaitu,

  • Berdirinya Kerajaan Koto Alang di Botuang (Desa Sangau-sekarang), dengan Rajanya yang bernama Raja Aur KuningKerajaan Puti Pinang Masak/Pinang Merah di daerah Pantai (Lubuk Ramo sekarang).Kerajaan Dang Tuanku di Singingi dan kerajaan Imbang Jayo di Koto Baru (Singingi Hilir sekarang).

Dengan berdirinya kerajaan-kerajaan baru, maka mulailah terjadi perebutan wilayah kekuasaan yang akhirnya timbul peperangan antar kerajaan. Kerajaan Koto Alang memerangi kerajaan Kancil Putih, setelah itu kerajaan Kandis memerangi kerajaan Koto Alang dan dikalahkan oleh Kandis. Kerajaan Koto Alang tidak mau diperintah oleh Kandis, sehingga Raja Aur Kuning pindah ke daerah Jambi, sedangkan Patih dan Temenggung pindah ke Merapi.

Kepindahan Raja Aur Kuning ke daerah Jambi menyebabkan Sungai yang mengalir di samping kerajaan Koto Alang diberi nama Sungai Salo, artinya Raja Bukak Selo (buka sila) karena kalah dalam peperangan.

Sumber :Wikipedia, disarikan dari Kerajaan Kandis.

Bukti Peninggalan Kerajaan Koto Alang (Sumber: Sungaikuantan)

  • Di desa Botuang terdapat Situs Kerajaan Koto Alang yang dinamakan Padang Candi. Diduga kuat disini terdapat sebuah candi yang telah sangat lama terbenam. Lokasi Padang Candi ini dapat dicapai setelah melewati sungai kecil bernama Sungai Salo. Sumber Photo:  Aglolink
  • Di desa Botuang banyak ditemukan Benda Cagar Budaya (BCB) oleh masyarakat di desa tersebut benda-benda seperti cincin, kalung gelang, jarum penjahit, mata kail, dan batu bata kuno.

Sumber Photo: Sungaikuantan

  • Peninggalan Raja Aur Kuning saat ini masi bisa ditemukan yaitu berupa Mustika Gajah sebesar bola pingpong, yang ditemukan Raja Aur Kuning didalam kepala Gajah Tunggal sewaktu Raja Aur Kuning mengalahkan Gajah Tunggal—karena mempunyai satu gading, dibunuh dengan menggunakan Lembing Sogar Jantan. ”Tempat Raja Aur Kuning membunuh Gajah Tunggal itu kini bernama Lopak Gajah Mati yang terdapat disebelah selatan Pasar Lubuk Jambi, Mustika Gajah dan Gading Tunggal, masih saya simpan, kecuali Gading Tunggal yang telah dijual salah seorang keluarga saya, ketika saya tidak berdaya dikampung pada tahun 1976, sangat disayangkan,” kata Datuk Tomo Sang Pengawas Padang Candi.  Sungai yang mengalir disamping Lopak Gajah Mati tersebut dinamakan dengan Batang Simujur, yang berarti mujur/beruntung membunuh gajah tersebut.

One Response

  1. […] Kerajaan Koto Alang […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: